Beberapa Pencapaian Terbaik Royal Golden Eagle Pada 2017


Source: Inside RGE

Tahun 2017 merupakan tahun yang spesial bagi Royal Golden Eagle (RGE). Ada momen khusus yang mereka rayakan. Bersamaan dengan itu terdapat pula sejumlah pencapaian istimewa yang digapai.

Royal Golden Eagle merupakan korporasi kelas internasional yang menjadikan pemanfaatan sumber daya sebagai bidang yang digeluti. Mereka berdiri pada 1973 dengan nama Raja Garuda Mas. Pendirinya ialah pengusaha Sukanto Tanoto yang sekarang menjadi chairman.

Awalnya ketika masih bernama Raja Garuda Mas, RGE hanya menekuni industri kayu lapis dengan karyawan sekitar dua ribu orang. Tapi, seiring waktu, mereka berkembang pesat. Ragam bisnisnya juga semakin variatif.

Lihat saja, Royal Golden Eagle kini menekuni industri kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa spesial, pengembangan energi, serta viscose staple fibre. Mereka sudah memiliki tujuh anak perusahaan yang tidak hanya ada di Indonesia. Unit bisnis RGE ada pula yang berbasis di Tiongkok, Kanada, Brasil, Singapura, Malaysia, serta Filipina.

Bukan hanya itu, karyawan Royal Golden Eagle juga telah meningkat dengan drastis. Sekarang mereka memberikan lapangan kerja untuk sekitar 60 ribu karyawan dengan aset ditaksir 18 miliar dolar Amerika Serikat.

Pencapaian itu menunjukkan perkembangan RGE sedemikian bagus. Per tahun ada saja hal-hal spesial yang mereka capai. Tak terkecuali pada tahun 2017 yang baru saja dilewati. Pada tahun itu, mereka menorehkan beberapa prestasi yang pantas disoroti. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa di antaranya.

PERAYAAN 50 TAHUN DI DUNIA BISNIS
Source: Inside RGE

Royal Golden Eagle memang baru berdiri pada 1973 dengan nama Raja Garuda Mas. Namun, pendirinya, Sukanto Tanoto, sudah lebih dulu berkecimpung dalam dunia bisnis sebelum mendirikan RGE.


Tahun 2017 menjadi tahun spesial baginya. Sebab, saat itulah tepat 50 tahun bagi Sukanto Tanoto dalam menerjuni dunia usaha. Awalnya ia menekuni bisnis dalam bidang general contractor & supplier di industri perminyakan pada 1967, setelah sebelumnya mengelola toko keluarganya.

Di bidang tersebut, Sukanto Tanoto meraih kesuksesan. Namun, ia berpikir bagaimana nasib para karyawannya ketika klien utamanya lepas? Hal inilah yang membuatnya berpikir untuk menciptakan perusahaan baru. Upaya itu akhirnya mendorong Sukanto Tanoto mendirikan RGE.

Setelah 50 tahun menekuni dunia usaha, banyak pencapaian besar yang diraih oleh Sukanto Tanoto. Ia menjadi pionir dalam beberapa industri di Indonesia seperti kayu lapis, kelapa sawit, serta pulp and paper.

PENCANANGAN CORE VALUES RGE
Momen perayaan 50 tahun Sukanto Tanoto dalam dunia bisnis dijadikan momentum untuk meluncukan core values Royal Golden Eagle. Ia mengharapkan hal itu menjadi panduan dasar dan nilai yang dipegang oleh segenap pihak di RGE.

Adapun core values itu terdiri dari Complementary Team, Ownership, People, Integrity, Customer, dan Continuous Improvement. Sukanto Tanoto merumuskannya dari pengalaman panjangnya di dunia bisnis. Ia meyakini nilai-nilai tersebut dapat membuat segenap pihak di RGE mampu menghadirkan hasil pekerjaan terbaik.

Meski begitu, sesungguhnya core values itu bukan hal baru di Royal Golden Eagle. Sebelumnya sudah banyak yang mempraktikkannya ketika core values belum dirumuskan. Hal itulah yang membantu RGE dalam meraih kesuksesan seperti sekarang.

PENAMBAHAN UNSUR DI FILOSOFI BISNIS
Di dalam tubuh Royal Golden Eagle terdapat filosofi bisnis yang mulanya dikenal sebagai prinsip 4C. Di dalamnya merupakan arahan bagi operasional RGE agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat (community), negara (country), serta ikut aktif menjaga keseimbangan iklim (climate) dan perusahaan (company),

Prinsip 4C dicanangkan oleh Sukanto Tanoto. Ia melakukannya dengan harapan supaya menjadi panduan bagi semua perusahaan di bawah naungan Royal Golden Eagle beroperasi.

Pada tahun 2017, Sukanto Tanoto merasa perlu untuk menambah satu poin lagi di dalam filosofi bisnis RGE. Ia menilai kepedulian terhadap pelanggan (customer) diperlukan supaya eksistensi Royal Golden Eagle terus terjaga.

Alhasil, filosofi bisnis 4C diubah menjadi prinsip 5C. Penambahan terletak dalam segi customer, yakni agar operasional Royal Golden Eagle juga bermanfaat bagi pelanggan.

ASIAN AGRI MERILIS KOMITMEN ONE TO ONE
Salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle, Asian Agri, merilis komitmen One to One pada 2017. Ini adalah tekad untuk memperkuat kemitraan dengan para petani kelapa sawit.

One to One merupakan misi dari Asian Agri untuk menyamakan luas lahan perkebunan yang dikelolanya dengan yang dikelola oleh para petani. Sejauh ini, Asian Agri memiliki lahan seluas 160 ribu hektare. Dari luas itu, 60 ribu hektare di antaranya sudah dikelola oleh para petani plasma.

Source: Asian Agri

Agar komitmen One to One tercapai, Asian Agri berusaha meningkatkan lahan yang dikelola petani menjadi 100 ribu hektare. Untuk mencapainya, mereka memilih meningkatkan kerja sama dengan para petani swadaya. Dari relasi dengan mereka, Asian Agri berharap bakal ada tambahan lahan seluas 40 ribu hektare.

Asian Agri sudah merintisnya sejak 2017. Namun, pada 2018 ini, mereka berharap targetnya telah tercapai.

PROGRAM RER YANG DIDUKUNG MEMBUAHKAN HASIL
Kelestarian lingkungan merupakan prioritas utama di tubuh Royal Golden Eagle. Apa pun upaya untuk mewujudkannya akan mereka dukung. Salah satunya program pemulihan hutan gambut di kawasan Semenanjung Kampar, Riau. Anak perusahaan RGE, Grup APRIL, mendukung penuh kegiatan yang bernama Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Dukungan yang diberikan pun tak main-main. Selain mempersilahkan RER dilakukan dengan izin eco-restoration yang mereka miliki, APRIL juga memberi dukungan dana. Tidak tanggung-tanggung, APRIL berkomitmen mengucurkan dana senilai 100 dolar Amerika Serikat untuk menjalankan RER selama 10 tahun sejak 2013.

Kini program RER mulai menunjukkan hasilnya. Kondisi hutan gambut di Semenanjung Kampar sedikit demi sedikit telah pulih. Hal ini ditandai dengan keberadaan sejumlah satwa di sana.

Tim RER mendeteksi fauna menarik di Semenanjung Kampar. Mereka mencatat telah melihat sejumlah burung langka, buaya, harimau, serta kucing hutan di sana.

Menurut tim RER, hal tersebut dinilai menggembirakan. Sebab, itu bisa menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem di Semenanjung Kampar mulai pulih seperti yang diharapkan.

ALIANSI BEBAS API SEMAKIN MEMBESAR
Sourc3e: April Asia



Upaya Royal Golden Eagle untuk menanggulangi kebakaran lahan dan hutan melahirkan Aliansi Bebas Api. Ini adalah program kolaboratif antara beberapa perusahaan swasta untuk mencegah api berkobar liar.

Dalam pelaksanaan, Aliansi Bebas Api mengadopsi Program Desa Bebas Api yang digagas oleh anak perusahaan RGE, Grup APRIL. Mereka melakukannya karena kegiatan tersebut dinilai efektif menekan jumlah kebakaran.

Pada 2017, Aliansi Bebas Api semakin besar. Hal itu ditandai dengan kehadiran dua anggota baru, yakni Sime Darby dan IOI Group.

Keberadaan dua anggota baru merupakan hal positif karena berarti memperluas cakupan daerah yang dijaga dari kebakaran. Namun yang tak kalah penting ialah anggota baru juga berarti penambahan sumber daya untuk kegiatan pencegahan kebakaran.

Inilah beberapa pencapaian terbaik Royal Golden Eagle. Dari sana terlihat betapa tinggi komitmen mereka untuk kelestarian alam.

Beberapa Pencapaian Terbaik Royal Golden Eagle Pada 2017 Beberapa Pencapaian Terbaik Royal Golden Eagle Pada 2017 Reviewed by rijal syamsur on April 06, 2018 Rating: 5

No comments:

Mengulas Seputar Spesifikasi Hp Oppo A57 yang Akan Membuat Anda Terpukau

Jika Anda mencari sebuah smartphone yang modern, canggih dan sesuai untuk berbagai kalangan usia, maka pilihan akan tepat jika A...

Powered by Blogger.